KECERDASAN SOSIAL (SOCIAL INTELLIGENCE)

Pengertian Kecerdasan Sosial

brain2

Anda pasti sudah tidak asing bukan jika mendengar kata “kecerdasan”?

Satu kata yang sangat identik dengan orang yang jenius. Tapi apakah anda tahu apa arti sebenarnya dari kata kecerdasan itu?

Kecerdasan adalah suatu kelebihan yang dimiliki oleh seseorang yang dapat membantu mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya dengan melalui proses berpikir dan belajar secara terus menerus.

Mari kita baca lebih lanjut mengenai definisi kecerdasan menurut beberapa ahli di bawah ini:

Stockton (1921) mendefinisikan kecerdasan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi proses memilih yang berprinsip pada kesamaan (similarities).

David Weschsler (1939) mendefinisikan kecerdasan sebagai kumpulan kapasitas seseorang untuk bereaksi searah dengan tujuan, berpikir rasional, dan mengelola lingkungan secara efektif. Ia juga telah mengembangkan piranti tes kecerdasan individual yang bernama Weschsler Intelligence Scale, yang hingga saat ini masih digunakan dan dipercaya sebagai skala kecerdasan universal.

Menurut beberapa Pakar Psikologi yang pada tahun 1921 ditanyai oleh editor “Jurnal of Educational Psychology”, kecerdasan adalah kapasitas untuk belajar dari pengalaman yang berarti orang yang cerdas juga pernah melakukan kesalahan. Karena sebenarnya orang cerdas bukanlah orang yang tidak pernah berbuat kesalahan. Orang yang cerdas adalah orang yang berbuat kesalahan, belajar dari kesalahan, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Selain itu, kecerdasan juga merupakan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang berarti untuk menjadi cerdas tidak semata-mata bergantung pada suatu nilai atau hasil tes atau ujian di sekolah. Menjadi cerdas meliputi kemampuan anda untuk menangani suatu pekerjaan, bagaimana berhubungan dengan orang lain, dan bagaimana anda mengatur hidup Anda secara umum.

indexTahukah kamu? Ternyata manusia memiliki 7 Kecerdasan yang meliputi Kecerdasan Linguistik Verbal, yaitu kemampuan untuk membaca dan menulis; Kecerdasan Numerik, yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan angka atau matematika; Kecerdasan Spasial, yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan kreativitas seperti kesenian dan desain; Kecerdasan Fisik, yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan fisik seperti olah raga; Kecerdasan Lingkungan, yaitu kecerdasan yang dimiliki oleh orang yang mampu berhubungan dengan alam seperti tumbuh-tumbuhan dan binatang; Kecerdasan Interpersonal, yaitu kecerdasan yang dimiliki oleh orang yang mampu berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain secara mudah. Kecerdasan Intrapersonal, yaitu kemampuan seseorang untuk mengendalikan atau mengatur dirinya sendiri.

Howard Gardner (1993) juga mengemukakan bahwa unsur-unsur kecerdasan manusia terdiri dari kecerdasan matematika logika, kecerdasan bahasa, kecerdasan musikal, kecerdasan visual spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis.

Nah sudah tahu kan apa itu kecerdasan?

k Sekarang saya akan membahas salah satu unsur kecerdasan yang sangat berpengaruh pada kesuksesan seseorang dan tidak kalah pentingnya dari kecerdasan intelektual. Kecerdasan ini adalah kecerdasan sosial atau kecerdasan interpersonal (social intelligence).

Sebelumnya kita telah mengetahui apa itu kecerdasan, tetapi kita belum tahu apa itu “sosial”. Kata sosial tentunya sudah tidak asing bagi kita, manusia merupakan makhluk sosial. Menurut Kamus Bahasa Indonesia, sosial adalah sesuatu yang berkenaan dengan masyarakat dan perlu adanya komunikasi antar individu.

Jadi apakah yang dimaksud dengan kecerdasan sosial?

Pengertian kecerdasan sosial secara umum adalah kemampuan seseorang untuk mengamati dan memahami maksud, motivasi dan memahami perasaan orang lain. Kita harus memiliki rasa peka pada ekpresi wajah, suara dan gerakan tubuh orang lain dan kita mampu memberikan respon yang baik dalam berkomunikasi. Kecerdasan ini juga mampu untuk membuat kita dapat masuk ke dalam diri orang lain, mengerti dunia orang lain, mengerti pandangan orang lain, imagesdan memahami sikap orang lain.

Kecerdasan sosial adalah ukuran kemampuan diri seseorang dalam peragaulan di masyarakat, dan kemampuan kita untuk berinteraksi sosial dengan orang-orang di sekeliling kita. Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial, dan kemampuan ini sangat penting dimiliki supaya kita nyaman menjalani hidup dan bisa menikmati keberadaan diri sendiri.

Kecerdasan sosial merupakan kecerdasan utama dari sekian banyak kecerdasan yang dimiliki oleh manusia. Dengan memiliki kecerdasan sosial kita dapat membuat hidup orang lain lebih ceria, kreatif, segar, dan menyenangkan.

Para psikolog evolusioner berpendapat bahwa sebenarnya kecerdasan sosial berkembang untuk memenuhi tantangan yang dihadapi dalam kehidupan bersosial. Kecerdasan sosial menentukan siapa yang menjadi orang paling berpengaruh dalam suatu kelompok dan dapat diandalkan dalam sebuah pertahanan.

Kecerdasan sosial juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berlangsung antara dua pribadi yang mencirikan proses-proses yang timbul sebagai suatu hasil dari interaksi individu dengan individu lainnya. Seseorang yang memiliki kecerdasan sosial cenderung untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain sehingga mudah bersosialisasi dengan lingkungan di sekelilingnya.

Kecerdasan sosial selain kemampuan menjalin persahabatan yang akrab dengan teman, juga mencakup kemampuan-kemampuan lain seperti memimpin, mengorganisir, menangani perselisihan antarteman, memperoleh simpati dari peserta didik yang lain, dan sebagainya. Sehingga pada umumnya kecerdasan sosial akan membuat kita mampu memimpin kelompok. Individu yang memiliki kecerdasan sosial rendah dapat memunculkan konflik interpersonal. Hal ini ditegaskan oleh Sullivan dalam Chaplin (2000:257) bahwa penyakit mental dan perkembangan kepribadian terutama sekali lebih banyak ditentukan oleh interaksi interpersonalnya daripada oleh faktor-faktor konstitusionalnya.

Kecerdasan Sosial Menurut Para Ahli catsKecerdasan sosial adalah ukuran kemampuan diri seseorang dalam pergaulan di masyarakat dan kemampuan berinteraksi sosial dengan orang-orang di sekitarnya. (Buzan)

Kecerdasan sosial adalah proses belajar yang membimbing seseorang menuju arah perkebangan kepribadian sosial sehingga dapat menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan efektif. (Suean Robinson Ambron, 1981)

Kecerdasan sosial adalah suatu kemampuan untuk memahami dan mengelola hubungan manusia. Kecerdasan ini adalah kecerdasan yang mengangkat fungsi jiwa sebagai perangkat internal diri yang memiliki kemampuan dan kepekaan dalam melihat makna yang ada dibalik kenyataan sebenarnya.(Stephen Jay Could, On Intellingence, Monash University, 1994)

Komponen penting yang dapat mebangun kecerdasan sosial dengan baik adalah komunikasi dan pendidikan. Kecerdasan sosial adalah kematangan kesadaran pikiran dan budi pekerti untuk berperan secara sosial dalam kelompok atau masyarakat. (Amstrong, 1994)

Kecerdasan sosial merupakan salah satu dari sembilan kecerdasan yang berhasil diidentifikasikan oleh Gadner. (Pakar Psikologi Pendidikan Gadner, 1983)

Kecerdasan sosial adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola pria dan wanita, anak laki-laki dan perempuan, untuk bertindak bijaksana dalam hubungan antar sesama manusia. (Edward Thorndike)

Kecerdasan sosial adalah kemampuan seseorang untuk memahami dirinya atau lingkungannya secara optimal dan bereaksi dengan cepat untuk melakukan sosial sukses. (Sean Foleno)

“We are what we repeatedly do.

    Excellence ,then, is not an act, but a habit”

     (Aristotle)

Lima Dimensi Kunci dalam Kesuksesan Sosial Dalam sebuah buku karya Karl Albrecht yang berjudul Social Intelligence The New Science of Success, disebutkan bahwa terdapat lima dimensi kunci yang dapat membantu kita untuk mengasah kecerdasan sosial kita. Lima dimensi tersebut dikenal dengan singkatan SPACE.

Dimensi kunci yang pertama adalah Situational Awareness (kesadaran situasional) yang berarti sebuah kesadaran yang membuat kita peka dan memahami apa yang  orang-orang sekitar butuhkan dan rasakan serta tidak melakukan hal-hal yang sekiranya membuat mereka merasa tidak nyaman.

Dimensi kunci yang kedua adalah Presense (kemampuan membawa diri) yang berarti bagaimana  kita berpenampilan, bertutur kata dan bertingkah laku, gerak tubuh saat berbicara serta bagaimana kita dapat mendengarkan orang lain yang sedang berbicara pada kita.

Dimensi kunci yang ketiga adalah Authenticity (autensitas) yang berarti bahwa perilaku kita akan membuat orang lain menilai dan memutuskan bahwa kita adalah orang yang dapat dipercaya, jujur, terbuka, dan mampu berbuat baik dengan hati yang tulus.

Dimensi kunci yang keempat adalah Clarity (kejelasan) yang berarti sejauh mana kita mempunyai kemampuan dalam menyampaikan suatu ide atau gagasan kita kepada orang lain hingga akhirnya gagasan atau ide tersebut dapat diterima dengan baik.

Dimensi kunci yang kelima adalah Emphaty (empati) yang berarti sejauh mana kita dapat berempati pada gagasan dan pandangan orang lain serta sejauh mana kita dapat mendengarkan dan memahami maksud pemikiran orang lain dengan tepat.

Komponen dan Indikator Kecerdasan Sosial 

Komponen dan indikator dari kecerdasan sosial terbagi menjadi dua, yaitu komponen internal dan komponen eksternal. Kedua komponen ini saling mempengaruhi karena jika hanya salah satunya saja yang terpenuhi, kecerdasan sosial seseorang tidak akan sempurna.

Nah coba kita lihat hal apa saja yang menjadi komponen internal dalam kecerdasan sosial.

Pertama, kita harus mempunyai keinginan dari dalam diri sendiri untuk bersosial. Mengapa begitu? Karena jika dipaksa oleh orang lain, kecerdasan sosial tidak akan berjalan dengan baik karena adanya keterpaksaan tersebut.

Kedua, kita harus bisa menjalin hubungan yang baik dengan orang lain, karena dengan begitu orang lain akan merasa nyaman saat bersosialisasi dengan kita.

Ketiga, kita juga harus bisa mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan orang lain, tetapi tidak selamanya hal ini berlaku. Kita harus bisa melihat mana yang prioritasnya lebih tinggi untuk diutamakan.

Selanjutnya kita lanjutkan pada komponen eksternal dalam kecerdasan sosial.

Pertama, adanya pengaruh lingkungan untuk bersosialisasi. Memang kesannya kita menjadi dipaksa oleh keadaan untuk bersosialisasi, namun hal ini akan membantu memunculkan keinginan dari dalam diri karena kita akan merasa bahwa kita juga butuh bersosialisasi.

Kedua, bersosialisasi akan membantu menyelesaikan permasalahan dalam berinteraksi Sosial. Dengan terbiasa bersosialisasi kita dapat menyelesaikan permasalahan dalam berinteraksi sosial dengan mudah.

Ketiga, kita akan bersosial karena adanya faktor yang lain. Faktor  lain yang dimaksudkan adalah berupa pujian dan sanjungan dari orang lain. dengan mendapatkan pujian dan sanjungan tersebut, kita akan merasa nyaman dan puas dengan bersosialisasi.

Ekspresi wajah lebih penting daripada pakaian yang dikenakan”

-Dale Carnegie-

Pengaruh Kecerdasan Sosial terhadap Kesuksesan

Dalam kehidupan nyata, banyak kita saksikan orang yang sukses karena memiliki kecerdasan sosial yang tinggi. Beberapa di antara mereka bahkan pendidikan formalnya biasa-biasa saja, contohnya Bill ates, pendiri, pemilik, dan bos Microsoft, dengan predikat orang paling kaya di dunia. Ia kuliah sampai tingkat dua namun ia memiliki kecerdsan sosial yang tinggi, khususnya dalam membangun kerja sama dengan orang lain.

Dalam konteks Indonesia, kita bisa ambil contoh dari Om Liem. Pengusaha yang pernah dijuluki orang terkaya di Indonesia ini hanya tamatan sekolah dasar. Karena kecerasan sosialnya tinggi, dia pandai bekerja sama dan mempekerjakan orang lain. Hebatnya lagi, walaupun hanya tamatan sekolah dasar, dia dapat mempekerjakan banyak doktor, master, dan sarjana. Kemampuannya membangun jaringan dan ‘menggerakkan’ orang lain telah mengantarkannya menjadi pengusaha besar.

Kedua contoh orang sukses ini membuktikan bahwa kecerdasan sosial, di samping kecerdasan keuletan dan kecerdasan keuangan, merupakan salah satu pilar untuk membangun kesuksesan bisnis.

Tingkat Sosial Intelligence

Umur

120 (diatas rata-rata – sosial dewasa untuk usia)

20.4

110

18.7

100 (rata-rata)

17

90

15,3

80

13,6

70 (dibawah rata-rata)

11,9

60

10,2

50

8,5

40

6,8

30

5,1

20

3,4

Referensi

Belajarpsikologi.com

Goleman, daniel.2007.SOCIAL INTELLIGENCE The New Science of Human Relationship.Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama.

Tangga Pustaka, redaksi.2008.Pintar Psikotes & TPA. Jakarta: Tangga Pustaka.

Buzan, tony.2004.The Power of Social Intelligence Sepuluh Cara Jadi Orang yang Pandai Bergaul.Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama.

Sumardi.2007.Password Menuju Sukses Rahasia Membangun Sukses Individu, Lembaga, dan Perusahaan.Jakarta:Erlangga.